Masfim dot Com

Media Inspirasi Cerdas

Alasan Kita Harus Gunakan Hak Suara Pada Pemilu

Alasan Kita Harus Gunakan Hak Suara Pada Pemilu. Kurang dari beberapa bulan lagi kita sebagai rakyat Indonesia akan menentukan Pilihan masa depan pada Pemilu April 2019. Lima menit kita di Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan menentukan nasib Bangsa, nasib masyarakat, juga nasib diri dan keluarga kita setidaknya selama lima tahun mendatang.

Sebagai makhluk yang diberikan akal pikiran, tentu kita akan membuat berbagai pertimbangan atas apa yang akan kita pilih dalam hidup ini. Dalam memilih menu makanan saja, kita tentu mempertimbangkan banyak hal misalnya kecukupan gizi, kesehatan makanan, atau juga budget yang tersedia untuk membeli makanan yang akan kita makan. Maka sudah selayaknya dalam menentukan pilihan di Pemilu 2019, kita harus mempertimbangkan dengan baik dan hati nurani untuk menentukan arah dan pandangan masa depan nantinya.

Daftar Partai Peserta Pemilu

daftar partai peserta pemilu | sumber: idntimes.com

Kita bisa saja memilih secara asal karena alasan kita tidak kenal dengan caleg atau partai yang tertera pada surat suara. Banyak di antara kita juga tidak berfikir panjang atas pilihan yang kita tetapkan saat mencoblos kertas suara. Sehingga pilihan ditentukan karena alasan yang sangat sederhana. Misalnya karena calegnya cantik atau tampan, karena foto sang caleg itu unik, dan lain sebagainya. Di sisi lain, banyak alasan primordialisme yang disuguhkan semisal dia masih saudara kita, tetangga satu desa, satu suku, satu sekolah, seagama, dan alasan kesamaan lainnya.

Alasan tersebut tidak sepenuhnya salah. Bahkan alasan inilah yang digunakan berpuluh tahun sehingga kita ingin yang menjadi anggota dewan atau pemimpin itu adalah saudara kita, adalah orang yang satu daerah dengan kita, teman satu almamater dan lain sebagainya. Akan tetapi, nampaknya saat ini kita perlu mengoreksi alasan kita memilih dalam Pemilu pada tahun ini untuk kemaslahatan yang lebih luas lagi.

Berbagai janji, opini, tawaran, dan godaan dari para caleg dan partai yang disuguhkan kepada kita sebagai Pemilih bisa diibaratkan godaan yang menguji iman kita. Sebesar apapun godaan, bila iman kita kokoh, maka kita akan memilih meninggalkan bahkan memberantas sumber godaan tersebut. Maka dalam Pemilu nanti mereka yang berkampanye, menjual janji dan kabar manis, namun tidak memiliki visi misi yang baik demi kemajuan, kenyamanan dan kesejahteraan bersama dibawah naungan ke bhinneka tunggal ika tanpa mengorbankan segelintir orang, maka sudah selayaknya kita tolak.

Kita tidak perlu terlalu repot dengan kajian ilmiah dibalik alasan harus memilih para caleg yang sebagian diunggulkan oleh segelintir polling. Sesungguhnya hati nurani kita yang bersih yang pastinya akan mampu membuat kita untuk membedakan mana caleg atau partai yang hanya melakukan tipu muslihat, mana caleg atau partai yang sungguh-sungguh akan berjuang dan berkorban untuk segera Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia.

Maka dari itu sudah selayaknya kita sebagai seorang rakyat yang cerdas dan baik yang peduli terhadap kemajuan negara tentunya harus menggunakan hak suara dengan sebaik mungkin tanpa harus tergoda dengan janji politik manis oleh segelintir politikus. Berikut adalah beberapa alasan tersebut yang kami rangkum dari idntimes.com :

1. Menandakan kedewasaan berfikir dan bersikap.

Salah satu tanda kedewasaan adalah bisa berfikir dan bersikap sesuai apa yang dianggapnya benar. Dalam pemilu kali ini terdapat 2 pasang calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan bertarung. Nah, dengan memilih salah satu calon tentunya harus memiliki alasan yang kuat mengapa memilih calon tersebut. Di sinilah diperlukan cara berfikir, analisa dan bersikap atas semua informasi yang didapat. Kita pasti akan dianggap keren jikalau bisa memberikan alasan mengapa memilih salah satu kandidat tersebut. Kalau kita bisa menjelaskan apa programnya, mana yang masuk akal, mana yang cuma retorika belaka, tentunya kita sudah dalam tahap pendewasaan dalam berfikir dan ikut serta dalam membangun pola pikir maju bermasyarakat.

2. Partisipasi dalam menentukan arah bangsa.

Memilih pemimpin untuk 5 tahun ke depan adalah hal yang sangat penting. Kalau sampai salah memilih jadi apa bangsa ini. Maka, satu suara sangat menentukan arah suatu pemerintahan maka dari itu kita harus ikut terlibat didalamnya. Tidak bisa lagi berkata. Khan Cuma satu suara? Kalau semua berfikir begitu ya bakalan kacau semuanya. Pemimpin buruk muncul bukan karena tidak ada pemimpin yang baik. Tetapi tidak ada yang mau untuk sekedar datang memilih pemimpin yang baik. Jadi ingat bawa satu suara dihitung dan sangat besar manfaatnya demi menentukan nasib arah bangsa.

3. Belajar bertanggungjawab sebagai warga negara.

Mungkin pilihan kita nantinya akan kalah atau bisa juga menang. Dari sinilah kita harus memiliki rasa tanggung jawab. Kalau pilihan kita menang, kita wajib menjaga dan juga mengkritisi apabila saat menjadi pemimpin ternyata jauh dari apa yang dibilang saat kampanye. Dan apabila kalah kita juga tidak boleh anarkis. Harus bisa menerima, serta juga ikut mengkritisi jalannya pemerintahan. Sikap bertanggung jawab juga tercermin bahwa kita sudah diberikan hak pilih oleh negara, dengan segala prosedur kita berhak memilih. Dan itu tidak gratis. Maka, sebagai warga negara yang baik maka sudah menjadi tanggung jawab untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut serta memastikan berjalan dengan tertib dan lancar demi terciptanya kenyamanan.

4. Menghapus stigma buruk bahwa generasi Millennial abai terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Generesi Millennial sering dianggap generasi yang cuek bebek dan tak peduli. Yang hanya tahu main gadget, main game, ke mall, nongkrong yang jauh dari kesan baik. Paham mengenai politik apalagi. Mereka dicap tidak tahu apa-apa tentang politik, karena asik dengan dunia mereka sendiri. Dengan ikut berpartisipasi di dalam pemilu kali ini, diharapkan stigma negatif tersebut akan hilang. Tunjukan bahwa generasi milenial adalah generasi yang juga ikut serta dalam menentukan nasib bangsa karena beberapa tahun mendatang mereka juga yang akan merasakan dampak yang telah diperbuatnya.

Demikian beberapa alasan yang harus kita lakukan untuk menggunakan hak suara pada pemilihan umum untuk menentukan nasib dan arah bangsa ini terutama pada Pemilihan Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Referensi :

  1. kompasiana.com
  2. idntimes.com
0Shares

Artikel Terkait :

© 2012 - Masfim dot Com. All Rights Reserved.