Fakta Mengenai Tidur Berjalan (Sleepwalking)

Fakta Mengenai Tidur Berjalan (Sleepwalking). Mimpi adalah sebuah fenomena aneh yang hanya bisa dirasakan oleh manusia, namun mimpi berjalan (sleepwalking) lebih aneh lagi. Terkadang mimpi kita bisa terasa sangat nyata. Tetapi yang satu ini memang menjadi nyata.

Sleepwalking yang dikenal juga dengan istilah somnambulism, bisa saja dialami oleh semua usia tetapi biasanya terjadi pada usia yang begitu muda. Faktor paling besar yang menyebabkan sleepwalking ini adalah pikiran (beban, frustasi, gembira, stres, dll). Lalu pernahkah kamu mengalaminya?

 

ilustrasi tidur berjalan

Ilustrasi tidur berjalan | pict by jogja tribunnews

 

Tanda dan Gejala Tidur Berjalan

Seseorang yang mengalami tidur berjalan dapat melakukan hal-hal berikut :

  1. Berdiri dari tidurnya dan membuka mata layaknya orang yang terbangun dari tidur.
  2. Matanya tidak memiliki “sinar” dan ekspresi layaknya orang yang terjaga.
  3. Berjalan berkeliling rumah, mungkin membuka dan menutup pintu dan menghidupkan atau mematikan lampu.
  4. Melakukan aktifitas rutin seperti berpakaian atau memasak bahkan yang lebih berbahaya adalah mengemudikan kendaraan.
  5. Terkadang bahkan akan berbicara atau beraktifitas lain dengan gaya yang canggung.

Tidur berjalan ini biasanya terjadi selama dalam keadaan tidur nyenyak pada awal tidur sekitar satu sampai dua jam awal tidur. Beberapa kasus tidur berjalan ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja akan tetapi beberapa kasus dapat terjadi sampai 30 menit. Pelaku tidur berjalan sendiri tidak akan sadar apa yang telah dilakukannya saat bangun pagi.

Penyebab

Diperkirakan 15 persen anak-anak sehat pernah mengalami yang namanya tidur berjalan, tetapi tidak sedikit juga orang dewasa yang mengalaminya. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tidur berjalan antara lain :

  1. Kelelahan
  2. Stres
  3. Gelisah
  4. Sakit

 

Bacaan lainnya : Ternyata Bahaya Medan Magnet Dapat Mengubah Moral

 

Kasus tidur berjalan terkadang berhubungan dengan pengobatan atau kondisi kesehatan mental seperti :

  1. Detak jantung tidak normal (arrhythmias)
  2. Aliran balik asam lambung ke dalam esophagus atau saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan perut.
  3. Berhentinya napas saat tidur (obstructive sleep apnea).
  4. Kelainan akibat trauma.
  5. Kepanikan.
  6. Di beberapa kasus lain, konsumsi alkohol dan obat-obat tertentu seperti antibiotic, antihistamin, sedative dan pil tidur dapat memicu sleepwalking.

Faktor Resiko

Biasanya kebiasaan ini akan menurun dari orang tua atau saudara kandung. Pada ibu hamil atau wanita menstruasi, kemungkinannya akan lebih tinggi untuk mengalami tidur berjalan.

Pemeriksaan

Pemeriksaan fisik dan psikologi akan dilakukan untuk mengetahui hal-hal atau unsur yang menyebabkan tidur berjalan ini, seperti detak jantung yang tidak normal atau kepanikan yang tiba-tiba melanda. Jika diperlukan maka akan dilakukan tes tidur di laboratorium agar pemantauan lebih sempurna.

 

Bacaan lainnya : Alasan Jerawat Masih Muncul Di Musim Hujan

 

Bahaya

Sleepwalking sebenarnya tidak membahayakan, kecuali bila penderita melakukan aktifitas yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, seperti aktifitas di luar rumah atau memasak dengan menggunakan api.

Bila kejadian tidur berjalan ini terjadi hampir tiap hari atau dengan frekuensi yang sering, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar segera diketahui penyebab pastinya dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pencegahan dan Pengobatan

Tidak ada pengobatan dan cara pencegahan yang pasti yang sudah teruji. Jika kamu memergoki anak atau anggota keluarga yang tidur berjalan maka hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah dengan menuntunnya kembali ke tempat tidur. Sebaiknya tidak membangunkan anak saat tidur berjalan, karena hal ini akan menggangu proses tidurnya, walaupun membangunkannya pun tidak menimbulkan bahaya apapun. Hanya saja jika dibangunkan saat tidur berjalan, maka akan merasa kebingungan.

Jika tidur berjalan tersebut terjadi pada anggota keluarga, maka sebaiknya kamu mencoba untuk memperbaiki kebiasaan tidurnya. Jika kamu tidak dapat memantau tidurnya, usahakan lingkungan tidurnya aman, sehingga saat tidur berjalan tanpa sepengatuhan kamu maka si dia tidak akan melakukan aktifitas yang membahayakan dirinya

Tidur lebih lama. Kelelahan menjadi salah satu penyebab. Untuk itu usahakan tidur lebih cepat dan biasakanlah tidur dengan jadwal yang tetap. Buat dirinya merasa lebih rileks sesaat sebelum tidur dan juga hindari mengalami tekanan berlebihan.

Perhatikan pola dan kebiasaannya. Jika si penderita sering mengalami tidur berjalan, biarkan dia tetap tertidur. Yang perlu kamu lakukan adalah amati kapan kebiasaan tidur berjalannya timbul. Jika sudah diperoleh kebiasaan tersebut, maka kamu dapat membangunkannya 15 menit sebelum tidur berjalan tersebut terjadi padanya. Jangan khawatir, biasanya semakin bertambah umur semakin kecil kemungkinan untuk tidur berjalan, tetapi tetap saja ada beberapa orang yang sudah terbiasa mengalami tidur berjalan ini.

Mulai sekarang perhatikanlah pola tidur kamu. Siapa tahu suatu saat ketika kamu terbangun dari tidur berada ditempat yang tidak kamu kenal. Itu berarti tandanya kamu telah mengalami “tidur berjalan alias sleepwalking”.

 

referensi : Jurukunci