Fakta Mengenai Virus Corona Asal Wuhan China

Fakta Mengenai Virus Corona Asal Wuhan China. Masyarakat dunia saat ini sedang dikhawatirkan oleh merebaknya virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Penyebarannya kini semakin meluas ke berbagai penjuru belahan dunia. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per tanggal 25 Januari 2020, tercatat telah terjadi 1.320 kasus virus corona di 10 negara.

Kasus virus Corona sendiri mengakibatkan pneumonia bagi siapa saja yang terjangkit bermula di kota Wuhan provinsi Hubei, China. Sedikitnya dilaporkan 17 orang telah tewas di China dan 600 orang di dunia telah terjangkit virus Corona ini.

 

virus corona china

Penumpang diperiksa suhu | pict by idntimes

 

Untuk kasus di China, termasuk kasus penyakit di Hong Kong lima kasus, Macau dua kasus, dan Taipei tiga kasus. Kasus virus Corona di China terjadi di 20 provinsi, dan Kabupaten/Kota di luar Hong Kong, Macau, dan Taipei.

Dari 1.287 kasus virus Corona yang terjadi di China, sebanyak 237 kasus dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang serius yang berdampak bagi si penderita.

Virus Corona sendiri merupakan virus yang mengakibatkan rasa sakit yang diawali berupa demam biasa hingga menjadi penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan Timur Tengah atau MERS dan sindrom pernafasan akut atau SARS.

 

Bacaan lainnya : Fakta Mengenai Tidur Berjalan (Sleepwalking)

 

Masih belum diketahui secara pasti bagaimana penularannya. Namun virus ini diduga menular dari hewan ke manusia. Karena kasus yang muncul di Wuhan memiliki riwayat kontak dengan pasar hewan Huanan.

Hal ini terjadi apabila seseorang telah mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celcius, batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan, letih dan lesu sesaat telah melakukan aktifitas di daerah yang berpotensi terjangkit.

Gejala ini semakin berat jika penderitanya usia lanjut dan memiliki penyakit penyerta seperti paru obstruktif menahun atau penyakit jantung. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal hingga menyebabkan kematian bagi si penderita.

 

Asal Usul Virus Corona

 

Tim peneliti China, dalam laporan yang dirilis 12 Januari lalu menunjukkan bahwa virus dari Wuhan itu memiliki sekuen genetik yang mirip dengan corronavirus yang bersemayam di dalam tubuh kelelawar. Namun, ada grup peneliti lain yang menyebutkan virus Wuhan ini lebih mirip virus yang hidup di tubuh ular kobra China. Dari manapun asalnya, virus itu telah mengalami mutasi. Dari tubuh virus itu tumbuh sejumlah “tanduk” protein yang bentuknya seperti huruf S.

Dalam laporan yang dirilis 16 Januari 2020 itu, para peneliti China menyatakan bahwa gugus protein ini menyerupai agiotine converting enzym-2 pada virus SARS. Tanduk itulah yang menciptakan mekanisme untuk menembus dan merusak sel tubuh inangnya. Dalam kasus penyakit virus Wuhan itu, sel-sel yang dirusaknya mulai dari saluran pernafasan hingga paru. Tak pelak lagi ia adalah galur virus baru, yang secara resmi dinamai 2019-n CoV – strain baru hasil mutasi dari Novel corronavirus.

Dugaan bahwa virus 2019-n CoV itu berasal dari hewan, agaknya bersumber dari fakta, bahwa dari 41 pasien yang infeksi n-CoV itu, 27 di antaranya sehari-harinya bekerja di Pasar Ikan Huanan, tidak jauh dari Sungai Yangtze, di Kota Wuhan. Ada yang bekerja sebagai tukang daging , dan ada pula yang jadi pemasok untuk kebutuhan pasar. Ada pula satu keluarga yang semuanya terinfeksi, meski tak semua bekerja di pasar ikan. Para dokter yakin bahwa sumber penularan adalah dari manusia ke manusia.

Pasar Ikan Huanan itu menyediakan macam makanan olahan dan mentah. Ada berbagai macam ikan, daging domba, babi, keledai, onta, serigala, berang-berang, tikus bambu, hingga reptil – termasuk ular. Tak jelas hewan mana yang menjadi lokasi virus bermutasi, namun para peneliti mengakui tak pernah menemukan virus corrona dalam tubuh ikan dan hewan laut lainnya.

Tentang bagaimana mekanisme mutasi genetik itu terjadi, masih gelap. Sama gelapnya dengan mutasi menjadi SARS-CoV (2002) atau MERS-CoV (2012). Virus mutan ini amat berbahaya. Dalam dua dekade belakangan, wabah kedua virus mutan ini telah menyerang hampir 10 ribu orang.

 

Cara Mengatasi Gejala Penyakit

 

Lalu bagaimana caranya agar tak terkena virus ini? Salah satu cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari infeksi virus termasuk corona ialah memiliki daya tahan tubuh kuat. Karena semakin turun daya tahan tubuh, semakin dia tidak bisa melawan virus tersebut. Itu berlaku untuk semua virus. Pada dasarnya, semua virus bisa dilawan dengan daya tahan tubuh yang kuat.

 

Bacaan lainnya : Ternyata Bahaya Medan Magnet Dapat Mengubah Moral

 

Agar daya tahan tubuh kuat, kamu bisa mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan antioksidan, misalnya kacang-kacangan, sayuran, dan buah seperti apel, anggur, jeruk, kurma, bawang putih, tomat, serta brokoli dan ubi.

Selain itu, rajinlah beraktivitas fisik. Kamu bisa memilih lari, sekedar naik dan turun tangga, push up, atau lompat tali, setidaknya 3-5 kali dalam seminggu. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan air, atau menggunakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

Ada baiknya hindari menjamah mata, hidung, dan mulut dengan jari atau tangan yang belum dicuci, hindari kontak dengan orang yang terinfeksi, beristirahat cukup, dan penuhi asupan cairan tubuh.

Nah itulah beberapa fakta yang bisa kamu ketahui tentang virus Corona. Semoga dengan mewabahnya virus ini menjadikan kita untuk bisa lebih berhati-hati dan lebih menjaga tubuh sebaik mungkin.

 

referensi :

  1. idntimes
  2. kompas
  3. indonesia

DMCA.com Protection Status