Fakta Tentang Kerangka Tulang dan Tengkorak Manusia

Fakta Tentang Kerangka Tulang dan Tengkorak Manusia. Kerangka tulang yang menyusun tubuh manusia pada dasarnya memiliki sifat lentur dan tersusun dari tulang-tulang yang keras dan kaku. Kerangka berfungsi sebagai penyangga tubuh agar tidak roboh seperti yang tampak pada agar-agar.

Tulang belulang yang membentuk kerangka dihubungkan oleh sendi dan digerakkan oleh otot-otot yang membentuk suatu sistem penopang, pengangkat, dan penjepit. Sistem ini memungkinkan manusia untuk memetik buah-buahan dari pohonnya dan juga dapat berlari kencang.

Fakta Tentang Kerangka Tulang dan Tengkorak Manusia

kerangka tulang manusia | sumber hellosehat

Kerangka tulang juga melindungi organ-organ tubuh yang lemah namun memiliki fungsi yang penting seperti: tengkorak melindungi otak dan tulang-tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru. Bentuk kerangka manusia pada dasarnya memiliki kesamaan dengan bentuk kerangka hewan-hewan bertulang belakang yang jumlah spesiesnya hampir menyentuh angka 40.000 jenis.

Namun dari semua hal tersebut, ada beberapa fakta menarik yang dapat diketahui dengan adanya keberadaan kerangka tulang dan tengkorak yang kami kutip dari kodokoala. Berikut ini adalah fakta menarik tersebut :

 

Baca juga : Alasan Burung Tidak Kesetrum Saat Hinggap di Kabel Listrik

 

1. Kerangka Tulang

Semua tulang pada tubuh manusia mempunyai nama, para ahli menggunakan istilah yang tepat untuk itu, kebanyakan berasal dari bahasa Yunani atau Latin. Jumlah tulang pada orang dewasa berjumlah 206. Tetapi setiap orang belum tentu sama. Ada orang yang memiliki kelebihan atau kekurangan rusuk, ada yang memiliki kelebihan “tulang sutural” pada tengkorak, dan lain sebagainya. Bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan memiliki lebih dari 300 tulang, beberapa di antaranya saling menyatu pada masa balita dan kanak-kanak.

Tulang adalah jaringan hidup yang sibuk. Sepertiga bagiannya adalah air; pembuluh darah masuk membawa oksigen dan zat makanan dan keluar membawa sisa makanan; beberapa tulang mengandung sumsum yang membuat sel-sel darah; sedang lainnya mengandung syaraf yang dapat merasakan tekanan dan sakit.

Tulang juga merupakan gudang mineral, seperti kalsium dan sejenisnya yang mana menjadikannya keras dan kokoh. Namun pada saat kekurangan, tulang akan melepaskan mineralnya kepada bagian tubuh lain (misalnya syaraf) yang lebih membutuhkannya.

Jaringan tulang dibuat dan dipelihara oleh beberapa macam sel:

  • “Osteoblast” mengeraskan protein collagen dengan mineral.
  • “Osteocytes” memelihara tulang dan bolak-balik membawa zat dan sisa makanan di antara darah dan jaringan tulang.
  • “Osteoclast” menghancurkan tulang untuk melepaskan mineral ke dalam darah.

Selama hidup tulang terus-menerus dibuat dan dibentuk kembali karena tekanan, tekukan, dan patah yang dialaminya.

 

Baca juga : Alasan Obat Memiliki Tanggal Kadaluarsa

 

2. Tengkorak Manusia

Tengkorak manusia pada awalnya merupakan potongan-potongan berbentuk kurva (jumlahnya mencapai 30) yang terukir pada tulang rawan dan membran. Potongan-potongan ini kemudian berkembang menjadi tulang dan membentuk wadah keras yang melindungi otak, mata, telinga bagian dalam dan organ-organ indera yang halus. Tulang-tulang tersebut disatukan oleh jaringan berserabut yang pada tengkorak terlihat seperti garis-garis jahitan.

Pada usia 30-40 tahun, “jahitan” yang dapat mengungkapkan usia pemiliknya ini lambat laun menghilang. Cranium atau tempurung kepala terbentuk dari 8 buah tulang. Ada 14 pada wajah, dua di setiap sisi rahang atas, dan 1 di setiap sisi rahang bawah. Tengkorak juga membungkus 6 buah tulang terkecil pada tubuh yang terletak pada telinga bagian dalam.

Pada tengkorak bayi terdapat fontanel (yang terdiri atas 6 bagian) yaitu bagian-bagian membran lunak yang belum menjadi tulang. Bagian-bagian ini memungkinkan tulang-tulang tengkorak untuk dapat menekuk, bergeser, bahkan bertumpukan agar tengkorak dan otak tidak rusak. Fontanel terbesar terletak di ubun-ubun dan akan menghilang pada usia 1 tahun.

Walaupun wajah manusia terdiri atas sejumlah tulang yang sambung-menyambung namun kita tak dapat melihat lekukan-lekukan yang aneh di wajah. Sungguh sebuah seni yang maha indah dari Allah SWT yang hanyabisa melakukannya. Manusia tak akan mampu menghubungkan semua tulang dalam satu kesatuan berbentuk wajah yang indah dipandang.

Sumber : kodokoala