KPK Anjurkan Hukum Mati Bagi Koruptor. Setujukah?

KPK Anjurkan Hukum Mati Bagi Koruptor. Setujukah. Korupsi memang menjadi sebuah momok bagi negara maju dan negara berkembang. Uang yang seharusnya digunakan untuk hal berguna demi kemajuan bersama justru habis di kantong orang yang rakus akan harta. Alhasil negara pun harus mengalami kerugian luar biasa. Karena tingkat korupsi yang mengkhawatirkan dari perilaku korupsi maka ada beberapa negara yang terpaksa menerapkan hukuman mati bagi pelaku korupsi dan ternyata terbukti efektif menekan tingkat korupsi.

tahanan korupsi kpk
tahanan korupsi kpk | sumber: hariansumatera.com

Pertanyaannya :

Bagaimana jika hukuman mati benar diterapkan di Indonesia?

Apakah akan masih efektif atau tidak terhadap penegakan hukum?

Berikut ilustrasinya jika hukuman mati itu benar diterapkan di Indonesia.

Adanya pertentangan dari para aktivis HAM

Hukuman mati memang dinilai tidak manusiawi oleh beberapa orang dan sampai sekarang masih menjadi perdebatan di Indonesia. Apalagi kalau terdakwa adalah seorang warga Indonesia asli, sejahat apapun orang itu pastinya juga akan selalu ada yang akan membela. Akan ada pertentangan besar, antara tega dan tidak.

Memang pada dasarnya menghilangkan nyawa seseorang secara sengaja melalui hukuman adalah hal yang bertentangan dengan nurani dan HAM. Akan tetapi jika mengingat korupsi yang dilakukan, itu sebenarnya tak jauh beda dari membunuh juga. Bayangkan saja, ketika uang yang sedianya bakal digunakan untuk membantu rakyat yang antara hidup dan mati malah disikat. Ini tak ada bedanya kan dengan membunuh?

Bahkan para anggota dewan pun menentang

Negara Indonesia sangat dikenal dengan sistem demokrasinya yang tinggi, sehingga dalam membuat keputusan apapun harus menurut persetujuan banyak orang termasuk para dewan. Masalahnya, banyak yang percaya jika anggota dewan sendiri yang banyak melakukan korupsi. Sehingga, terang saja mereka akan menolak mentah-mentah hal tersebut.

Tentunya hal ini akan sangat bertolak belakang sekali dengan keinginan sebagian kalangan yang menginginkan hukum mati bagi para koruptor karena sebagian besar mereka akan menolak dengan peraturan tersebut dengan dalih melindungi hak hidup dari seorang manusia dan berhak untuk berubah.

Banyak yang akan di eksekusi mati

Seperti yang diketahui bahwa peringkat korupsi di Indonesia sangat tinggi. Jadi,  jika hukuman mati bagi para koruptor diterapkan, bakal banyak ada yang akan di eksekusi. Kebanyakan adalah dari pihak pejabat dan anggota dewan, mulai dari jabatan rendah hingga tinggi bakal mengalami pemeriksaan ketat. Dan jika eksekusi telah dilakukan, bakal semakin sedikit orang yang berminat pada profesi tersebut.

Namun positifnya adalah tingkat kejujuran akan sangat tinggi, sehingga korupsi bisa dijamin hingga 100 %. Begitu pula yang akan dialami pada anak sekolah, sejak kecil mereka bakal diajarkan untuk berbuat jujur karena adanya ancaman hukuman yang sangat berat.

Keuangan Indonesia yang akan meningkat

Korupsi di Indonesia mencapai jumlah yang sangat signifikan, pada tahun 2015 saja ada lebih dari 2000 kasus telah dikantongi oleh KPK. Jelas hal tersebut sangat merugikan negara, contohnya saja kasus terbaru mengenai e-KTP. Satu kasus ini saja sudah menghabiskan uang hingga lebih dari Rp 3 triliun. Sedangkan pada tahun 2016, diperkirakan kerugian negara mencapai angka Rp 209,3 Triliun. Dana tersebut bakal lebih berguna jika di alokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Hukuman mati kepada para koruptor pastinya akan menimbulkan pro dan kontra, selain itu akan adanya risiko lain yang akan dihadapi. Rasa takut terhadap ancaman hukuman memang efektif, namun sebenarnya masih banyak cara yang lebih etis. Akan lebih baik jika kejujuran dalam diri sudah ditetapkan sejak dini, sehingga tidak diperlukan hukuman mati.

Semoga dengan adanya wacana tersebut bisa membuat nurani bagi para pelaku yang akan berbuat dan sudah berbuat dapat berubah menjadi lebih baik agar bisa terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sumber: operain

Artikel Terkait :

4Shares