Teori Evolusi Tidak Pernah Mengatakan Manusia Keturunan Kera

Teori Evolusi Tidak Pernah Mengatakan Manusia Keturunan Kera. Ada beberapa hal tentang teori evolusi yang membuat kebanyakan orang gagal fokus pada prinsip-prinsip dan pemahaman konseptual dari teori evolusi yang telah dikemukakan oleh beberapa para Ahli.

Kemudian tanpa pemahaman yang benar, terjadi keributan dan berdebat tentang pernyataan-pernyataan yang memang masih berhubungan dengan teori evolusi tersebut, tetapi bukan pada pokok utama dari teori itu sendiri, atau bahkan merupakan kesimpulan yang salah dari mereka yang gagal memahami teori evolusi tersebut.

Teori Evolusi Tidak Pernah Mengatakan Manusia Keturunan Kera

teori evolusi | sumber bbc.co.uk

Misalnya kemudian sanggahan teori evolusi yang dilontarkan dan memancing perdebatan adalah, “Terserah kalau kamu merasa kamu itu keturunan kera.” Jadi dalam tulisan ini yang kami peroleh informasi dari forum kaskus, berusaha untuk menjelaskan pokok pikiran dan konsep dasar dari teori evolusi. Tiga pilar/prinsip/dasar dari teori evolusi tersebut :

  1. Di dalam proses reproduksi, sifat-sifat dari orang tua diturunkan ke anak.
  2. Di dalam proses reproduksi, terjadi variasi pada keturunan yang dihasilkan.
  3. Terjadi seleksi alam, dimana varian-varian yang tidak mampu bertahan akan punah. Sementara varian-varian yang mampu bertahan akan berkembang biak.

Pada tiga prinsip ini semuanya bisa diamati, dibuktikan dan sudah dibuktikan secara ilmiah. Atas dasar tiga prinsip ini, maka teori evolusi adalah sebuah penjelasan logis dan ilmiah, tentang apa dan bagaimana terjadinya, sehingga variasi berbagai macam spesies yang berbeda, bisa berasal dari satu spesies yang sama.

 

Baca juga : Beragam Manfaat Buah Kiwi Untuk Kesehatan

 

Ketiga prinsip tersebut juga “menuntut” terjadinya evolusi. Karena jika pada setiap proses reproduksi, ada proses menurunkan varian orang tua ke anak, dan di saat yang sama dari keturunan yang ada memiliki varian-varian yang berbeda. Kemudian diikuti proses seleksi alam, yang menghilangkan varian tertentu dan di saat yang sama membuat varian tertentu memiliki kemampuan ‘lebih” untuk bertahan hidup dan berkembang biak secara terus menerus.

Jika proses tersebut terjadi demikian secara terus-menerus, berulang-ulang selama jutaan kali. Maka tidak bisa dihindari, pada satu titik akan terjadi timbul spesies yang berbeda dari spesies asalnya. Menurut pendapat penulis lonelylontong bahwa sampai pada titik ini, sebenarnya tidak ada konflik antara ilmu pengetahuan dan agama. Perdebatan muncul, ketika metode ilmiah, yang tidak bisa menerima keberadaan “Tuhan” sebagai bagian dari jawaban/penjelasan, mengikuti jalan logika itu terus sampai ke awal mulanya.

 

Baca juga : Waspadai Bahaya Menahan Kencing Bagi Kesehatan

 

Dimana tidak ada kehidupan, dan lewat satu proses kimia, cikal bakal kehidupan “dilahirkan”. Jadi teori evolusi menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Teori evolusi bahkan tidak menyatakan, dari spesies apakah manusia berasal terjadi. Teori evolusi hanya menyimpulkan bahwa spesies-spesies yang ada saat ini, berasal dari hasil evolusi, satu atau beberapa, spesies awal yang kemudian terbentuklah spesies saat ini.

Nah demikianlah ulasan dari kami yang kami dapati dari forum kaskus mengenai Teori Evolusi Tidak Pernah Mengatakan Manusia Keturunan Kera, semoga dengan adanya ulasan ini bisa menambah wawasan pengetahuan hingga kita dapat menarik kesimpulan yang sebenar-benarnya.

Sumber : kaskus