Ternyata Kucing Tidak Suka Rasa Manis

Ternyata Kucing Tidak Suka Rasa Manis. Kucing menjadi salah satu hewan peliharaan paling populer di Indonesia bahkan dunia. Hewan yang memiliki nama ilmiah Felis silvestris catus memiliki garis keturunan yang tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni, menyerupai persia, siam, manx, dan sphinx. Jumlah kucing ras hanya 1% dari seluruh kucing di seluruh dunia, sisanya yakni kucing dengan keturunan campuran menyerupai kucing liar atau kucing kampung.

 

Kucing Lucu

Kucing yang lucu | Pict by Jurukunci.net

 

Kucing sendiri telah berbaur dengan kehidupan insan paling tidak semenjak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing yang ditemukan di Pulau Siprus. Pada jaman dahulu orang mesir kuno menggunakan kucing untuk menjauhkan kucing dari tikus atau hewan pengerat lainnya dari lumbung yang menyimpan hasil panen.

 

Banyak orang yang tidak tahu bahwa ternyata kucing tidak memiliki ketertarikan dengan rasa manis. Dan diperkirakan bahwa mereka memang tidak bisa mengenali rasa manis. Padahal pengenalan rasa manis digunakan mamalia untuk mendeteksi terdapat tidaknya kalori pada makanan.

 

Menurut beberapa peneliti, kucing mungkin menyukai es cream, tetapi bukan rasa manis yang menariknya alasannya yakni mereka secara genetis tidak bisa mengecap aroma manis.

 

Baca juga : Cara Minum Kopi Agar Terasa Lebih Manfaat

 

Menurut ilmuan AS dan Inggris, kucing rumah dan kucing liar termasuk kucing besar menyerupai harimau memiliki gen peserta rasa manis yang berbeda menyerupai mamalia lainya. Memang kadang kucing menyukai makanan yang memiliki rasa manis menurut kita, tetapi kucing akan menolak makanan yang hanya memiliki rasa manis tetapi tidak mengandung materi lainnya menyerupai mentega.

 

“Salah satu penjelasan mengenai hal ini yakni bahwa hewan-hewan tersebut tidak bisa mendeteksi senyawa rasa manis menyerupai gula atau komplemen lainnya, alasannya yakni peserta rasa manis kucing tidak berfungsi,” ucap Xia Li, jago genetis molekuler di Universitas Cornell, New York.

 

Menurut Xia Li, mamalia mengecap rasa manis mengunakan receptoratau peserta semacam pintu molekuler yang dikenal sebagai T1R di pucuk-pucuk sel perasa. T1R memiliki dua subunit yaitu T1R2 dan T1R3 yang masing-masing diatur oleh gen terpisah.

 

Dalam goresan pena di Journal Public Library of Science Genetics edisi online, Xia Li menunjukan bahwa beliau menemukan perubahan pada encoding gen T1R2 pada kucing rumah, harimau, dan cheetah yang membuat hewan tersebut tidak dapat mencicipi rasa manis. “Di luar ketidakmampuan mengecap rasa manis, indera perasa kucing lainnya normal,” ucap Xia Li.

 

Baca juga : Alasan Sarang Burung Walet Bisa Sangat Mahal

 

“Yang tidak kami ketahui mana yang lebih dulu: Hilangnya protein T1R2 membuat kucing menjadi karnivora atau mereka menjadi karnivora maka T1R2 hilang setelah tidak lagi diperlukan?”

 

Anehnya beberapa hewan jenis karnivora tetap menyukai makanan manis, menyerupai beruang, anjing, dan lainnya.

 

“Dalam hal kucing, itulah mungkin alasan mengapa hewan-hewan ini terkadang sulit untuk makan. Mereka tidak bisa menikmati hidangan penutup yang manis.”

 

Nah itulah alasan menarik kenapa kucing ternyata tidak suka dengan rasa manis. Semoga bermanfaat.

 

Sumber : Jurukunci.net